Rame Peminat di Pendaftaran SD Muhammadiyah Bedoyo
Rame Peminat di Pendaftaran SD Muhammadiyah Bedoyo

Ponjong; PDMGK.org, SD Muhammadiyah Bedoyo Mulai “diserbu” Masyarakat Tahun Ajaran 2019. Sabtu kedua Januari 2019 saat pertemuan parenting awal semester genap Tahun Pelajaran 2018/2019 disampaikan ke semua wali murid, komite sekolah, dukuh yang hadir bahwa SD Muhammadiyah Bedoyo telah memulai indent (pesan tempat) siswa baru untuk tahun pelajaran 2019/2020.

Dua bulan kemudian saat parenting berikutnya alhamdulillah indent siswa tempat sudah terpenuhi bahkan lebih dan harus dilakulan pemilihan atau seleksi.

Ini merupakan peristiwa yang sangat kita syukuri. Pertama kali dalam perjalanan 52 tahun SD Muhammadiyah Bedoyo hal itu terjadi, dalam penerimaan peserta didik baru harus diadakan seleksi. Namun kita harus melangkah sesuai aturan bahwa rombongan belajar untuk SD sesuai Standar Nasional Pendidikan (SNP) telah ditetapkan maksimal 28 peserta didik. Bukan lantaran takut aturan semata namun juga mempertimbangkan kondisi sarana prasarana sekolah yang sangat tidak mendukung bila ada jumlah peserta didik dalam satu kelas melebihi SNP.

Sejumlah peserta didik sebagaimana SNP pun kelas akan kelihatan kurang besar, karena ukuran kelas terlanjut tidak berukuran sebagaimana SNP yakni 2 m persegi peranak atau 7 m x 8 m untuk kelas berisi penuh 28 peserta didik.

Untuk tahun pelajaran ini kita kerja sama dengan sebuah LPT di Gunungkidul untuk menjaring peserta didik baru juga mempertimbangkan aturan usia dan zonasi sebagaimana Permendikbud no 14 tahun 2018, meskipun dalam aturan tersebut sekolah yang diselenggarakan masyarakat (swasta) tidak terkena aturan zonasi.

Calon Siswa SD Muhammadiyah Bedoyo
Calon Siswa SD Muhammadiyah Bedoyo

Persebaran siswa satu tahun terakhir juga sudah meluas tidak hanya 3 padukuhan utama penyangga siswa, namun telah sampai desa lain (Karangasem, Gombang, Kenteng) bahkan ada yang dari Glinggang, Pracimantoro Wonogiri, Jawa Tengah.
Hal ini menegaskan ternyata sekolah dipinggiranpun bisa berkembang, diserbu (baca: dicari) masyarakat bila dipandang masyarakat mempunyai nilai lebih, bisa berubah sesuai “selera” konsumen. Namun citra yang dibangun sekolah harus terus dijaga dan dikembangkan lebih baik.

Allah SWT tidak akan merubah keadaan suatu kaum (termasuk sekolah) bila kaum (sekolah tersebut) tidak mau berubah, tidak mau melakukan sebab musabab perbaikan diri. Kita juga yakin sangat mudah bagi Alloh SWT merubah membalikkan keadaan suatu negeri yang tadinya kaya raya, superior menjadi negeri hancur, kacau balau, inferior.

Sekolah yang sudah mapan dalam waktu singkat ditinggalkan masyarakat bila tidak melakukan perubahan sebagaimana perubahan zaman. Semua telah berubah dan pasti akan berubah. Kalau kita tidak berubah maka tunggulah saat perubahan itu akan merubah nasib kita semakin sulit, dan terjepit.

Semoga Alloh Swt meridloi langkah amal usaha Muhammadiyah di Kecamatan Ponjong untuk mencerahkan masyarakat khususnya di bidang pendidikan.

2 comments
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.