Manusia Lebih Mengetahui Dirinya adalah Judul Kajian Taskiyatun Nafs dari Ustadz Reki Abu Musa. Mengenai pemaknaan terhadap diri sendiri.

Semoga kita bisa mengambil Hikmah Kajian Rutin Taskiyatun Nafs Ustadz Reki Abu Musa tersebut. Silahkan dibagikan ke rekan dan saudara lainnya

☘ Manusia Lebih Mengetahui Dirinya 💦

Alloh berfirman,

بَلِ الْإِنْسَانُ عَلَىٰ نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ

وَلَوْ أَلْقَىٰ مَعَاذِيرَهُ

“Manusia lebih mengetahui tentang dirinya sendiri, meskipun ia mengemukakan alasan-alasannya..”.
[Surat Al-Qiyamah 14-15]

🎋 Makna ayat ini adalah meskipun manusia berusaha membela perbuatan dan perkataan yang ia akui itu salah dengan berbagai alasan, toh dia lebih mengetahui hakikat perbuatan dan perkataannya sendiri.

Meskipun ia berusaha dengan gigih menutup-nutupinya di depan khalayak ramai atau mengemukakan berbagai alasan.

Tiada seorang yang lebih mengetahui dan lebih mengerti tentang dirinya, kecuali dirinya sendiri.

🍀 Sungguh diantara manusia ada yang senang mencari-cari aib orang lain dan lupa akan aibnya sendiri.

Perbuatan seperti ini adalah pertanda kehinaan pelakunya, karena ia adalah orang yang tertipu.

Manusia Jauh Lebih Mengerti Dirinya dibanding yang Lainnya
Manusia Jauh Lebih Mengerti Dirinya dibanding yang Lainnya

Kejujuran yang paling bermanfaat adalah kamu mau mengakui aib-aibmu sendiri karena Alloh semata.

🍁 Orang yang menyadari sifat ini akan waspada terhadap pujian ataupun celaan.
Ia tidak akan bangga dengan pujian, dan tidak akan terhina dengan cemoohan, karena keduanya tidak ada dalam dirinya.
Sehingga ia akan meluruskan kesalahan-kesalahannya dan berusaha menyempurnakan dirinya dengan akhlak yang mulia.

🍃 Buah dari pengetahuan yang baik terhadap diri sendiri 🌱

Buah terindah dari pengetahuan yang baik terhadap diri sendiri adalah mudah mengakui kesalahan dan dosa yang dilakukan.
Dan ini merupakan derajat yang dimiliki oleh para Nabi dan orang-orang sholeh.

⚜ Pengakuan Nabi Adam dan Hawa setelah memakan buah terlarang.

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”.
[Surat Al-A’raf 23]

⚜ Rangkaian kejadian yang berujung pada pengampunan.

وَآخَرُونَ اعْتَرَفُوا بِذُنُوبِهِمْ خَلَطُوا عَمَلًا صَالِحًا وَآخَرَ سَيِّئًا عَسَى اللَّهُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampurbaurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang”.
[Surat At-Taubah 102]

📚 Disarikan dari buku “Qowaid Qur’aniyyah”, karya Dr Umar Abdullah Al Muqbil

Reki Abu Musa
______
S’moga Esok Lebih Baik…

Sumber gambar Photo by Masjid Pogung Dalangan  & Masjid Pogung Dalangan on Unsplash

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You May Also Like

Harapan Penghuni Neraka

Harapan Penghuni Neraka adalah Kajian Terbaru dari Ustadz Reki Abu Musa, sebuah…

Amalan yang Membuat Allah SWT Senang

Amalan Yang Membuat Allah SWT Senang adalah siraham qolbu dan tulisan yang…

Janganlah Engkau Berbuat Dzalim

Janganlah Engkau Berbuat Dzalim adalah Kajian Terbaru dari Ustadz Reki Abu Musa,…