Janganlah Engkau Berbuat Dzalim adalah Kajian Terbaru dari Ustadz Reki Abu Musa, sebuah kajian yang syarat ilmu dan manfaat.

Silahkan di Share/Bagikan kepada saudara dan rekan, baik lewat WhatsApp maupaun Facebook ataupun Media Sosial lainnya. Selamat membaca.

Janganlah Engkau Berbuat Dzalim

Oleh : Reki Abu Musa, Lc
Diantara perbuatan yang diharamkan Alloh adalah zholim.
Dalam hadits qudsi disebutkan,

يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلَا تَظَالَمُوا

Wahai hambaKu … Aku haramkan kezholiman atas diri-Ku. Dan kujadikan ia larangan bagimu, maka janganlah saling menzholimi. (HR. Muslim 2577).

Makna zholim adalah

وأصله وضعُ الشيء في غير موضعه

Pada dasarnya adalah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. (Ash Shihah fil Lughah, 1/438)

Klasifikasi Zholim

Jika dilihat dari jenisnya, maka sifat zholim dapat dibagi dalam 3 macam;

1. Kezhaliman yang tidak akan diampuni oleh Alloh

Yaitu kezhaliman yang bernama syirik.
Alloh berfirman,

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, ”Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.”
[Surat Luqman 13]

Jika pelaku syirik tidak bertaubat sampai dia meninggal, maka dosa syirik tidak akan diampuni oleh Alloh.

Alloh berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.
[Surat An-Nisa’ 48]

2. Kezholiman yang diampuni oleh Alloh

Yaitu perbuatan maksiyat yang dilakukan oleh seorang hamba pada hak-hak Alloh dan tidak berkaitan dengan hak-hak anak adam.
Seperti meninggalkan sholat, tidak puasa, tidak menutup aurat dst.
Pelaku maksiyat seperti ini jika bertaubat pada Alloh dengan benar dan melakukan amal kebaikan, maka dosa dosanya akan diampuni.

Alloh berfirman,

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzhalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui
[Surat Ali Imran 135]

3. Kezholiman yang tidak dibiarkan oleh Alloh

Yaitu kezholiman yang dilakukan oleh seorang hamba terhadap anak adam.
Jika Alloh tidak mengampuni dan orang yang dizholimi tidak memaafkan, maka akan diadili di hari kiamat sesuai dengan kadar kezholimannya.

Suatu ketika Rasululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bertanya pada para sahabat,
“Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?” Mereka menjawab: “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta/barang”.
Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat.
Namun ia juga datang dengan membawa dosa kedzaliman. Ia pernah mencerca si ini, menuduh tanpa bukti terhadap si itu, memakan harta si anu, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang itu. Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah di antara kebaikannya kepada si ini, si anu dan si itu. Hingga apabila kebaikannya telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum semua kedzalimannya tertebus, diambillah kejelekan/ kesalahan yang dimiliki oleh orang yang didzaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR Muslim no. 6522)

Oleh karena itu hendaknya kita selalu berhati dalam sikap, perbuatan maupun ucapan kita. Jangan sampai ada orang orang yang kemudian terzholimi.
Ulama mengingatkan,

“Jangan sampai kita yang lelah lelah beribadah, tapi pahalanya kita transfer pada orang orang yang kita zholimi”.

Doa Pilihan

*رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ*

“Ya Tuhan kami, kami telah menzholimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”
[Surat Al-A’raf 23]

____________________
S’moga Esok Lebih Baik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You May Also Like

Amalan yang Membuat Allah SWT Senang

Amalan Yang Membuat Allah SWT Senang adalah siraham qolbu dan tulisan yang…

Bahagiakan Orang Lain, Engkau Akan Bahagia

Bahagiakan Orang Lain, Engkau Akan Bahagia adalah Taskiyatun Nafs terbaru dari Ustadz…

Jangan Tertipu Keadaan oleh Ustadz Reki Abu Musa

Jangan Tertipu Keadaan oleh Ustadz Reki Abu Musa dalam Tulisan Taskiyatun Nafs di…

Manusia Lebih Mengetahui Dirinya

Manusia Lebih Mengetahui Dirinya adalah Judul Kajian Taskiyatun Nafs dari Ustadz Reki…