1782449146319

PDM Gunungkidul Ajak Warga Muhammadiyah Perkuat Dakwah Cegah Bahaya Narkoba pada Momentum HANI 2026

26 Juni 2026 3 menit baca 7 dilihat

Gunungkidul – Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diperingati setiap tanggal 26 Juni menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam melindungi generasi bangsa dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Bertepatan dengan HANI 2026, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau agar khutbah Jumat di seluruh Indonesia mengangkat tema “Bahaya Narkoba dan Penyelamatan Generasi Bangsa serta Umat.”

Sebagai bagian dari gerakan dakwah Islam berkemajuan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gunungkidul mengajak seluruh warga Muhammadiyah, pengurus masjid, mubaligh, guru, pelajar, mahasiswa, hingga seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) untuk menjadikan momentum ini sebagai penguat gerakan dakwah dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat.

Ancaman Nyata bagi Generasi Bangsa

Peredaran narkoba terus menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Korbannya tidak lagi terbatas pada kalangan tertentu, tetapi telah menyasar anak-anak, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Dampaknya tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga menghancurkan masa depan keluarga, meningkatkan angka kriminalitas, serta mengancam kualitas generasi penerus bangsa.

Islam memandang menjaga akal sebagai salah satu tujuan utama syariat (maqashid syariah). Oleh karena itu, segala bentuk penyalahgunaan narkoba yang merusak akal, jiwa, dan kehidupan manusia merupakan perbuatan yang wajib dijauhi.

Dakwah sebagai Ikhtiar Menyelamatkan Umat

Muhammadiyah memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat melalui dakwah yang mencerahkan. Masjid, sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, panti asuhan, serta berbagai Amal Usaha Muhammadiyah merupakan ruang yang sangat efektif untuk memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba.

Melalui khutbah Jumat, pengajian, kajian rutin, pembinaan remaja, serta kegiatan organisasi otonom Muhammadiyah, nilai-nilai Islam dapat ditanamkan secara berkelanjutan sehingga lahir generasi yang kuat iman, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki karakter yang kokoh.

Keluarga Adalah Benteng Pertama

Pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua memiliki tanggung jawab membangun komunikasi yang hangat, memberikan teladan, mengawasi pergaulan anak, serta menanamkan nilai-nilai keislaman sejak usia dini.

Rumah yang dipenuhi suasana ibadah, kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta kebiasaan berdialog akan menjadi benteng yang kuat dalam melindungi anak-anak dari pengaruh buruk lingkungan.

Masjid Sebagai Pusat Pembinaan Masyarakat

Masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat. Dari mimbar-mimbar masjid lahir nasihat, ilmu, dan penguatan moral yang mampu membentuk masyarakat yang peduli terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk bahaya narkoba.

Momentum HANI 2026 menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat dakwah yang memberikan solusi, menguatkan keimanan, serta mengajak masyarakat menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

Membangun Generasi Berkemajuan

Muhammadiyah meyakini bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi yang beriman, berilmu, sehat, dan berakhlak mulia. Menyelamatkan generasi dari bahaya narkoba bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat penegak hukum, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Melalui semangat dakwah Islam Berkemajuan, PDM Gunungkidul mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun keluarga yang kokoh, masjid yang hidup, sekolah yang mencerdaskan, serta masyarakat yang peduli terhadap masa depan generasi.

Semoga peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 menjadi pengingat sekaligus penggerak bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga amanah Allah berupa generasi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan bebas dari bahaya narkoba.