Ketua Umum PDMGK Ustadz Sadmonodadi akan memberikan Kultum Ramadhan dengan Bergegas Dalam Beramal; PDMGK akan rutin merilis KULTUM RAMADHAN selama Sebulan ini. Di Ramadhan 1442H yang masih dalam situasi COVID-19 ini Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gunungkidul berupaya memberikan yang terbaik untuk Umat Islam di Gunungkidul pada Khususnya dan Umat Islam dimanapun berada pada Umunya.

Allah swt. menyediakannya agar kita menggunakannya sebagai modal penting menggapai ridhaNya. Keutamaan seseorang di sisi Allah, selain ditentukan oleh keimanan dan amal shalihnya adalah faktor keterdahuluannya dalam keimanan dan amal shalihnya.

Tidaklah sama antara orang‐orang yang  terdahulu masuk Islam ‐As‐Sabiqunal Awwalun‐ dan orang‐orang yang belakangan. Tidak sama antara jamaah yang berada di shaf awal dalam shalat dengan yang berada di barisan paling belakang. Berbeda derajat orang yang hadir di shalat Jumat paling awal dengan yang paling akhir.

photo of crowd of people gathering near jama masjid delhi
Photo by Chattrapal (Shitij) Singh on Pexels.com

Menyegerakan amal, itulah ajaran Islam kepada ummatnya. Dalam sebuah kesempatan Rasulullah saw. menasihati para sahabatnya untuk selalu menyegerakan amal saleh, kendati mereka itu manusiamanusia yang teruji keimanannya. Kata Nabi kala itu,  

ب ادِروا بالْأعْمَالِ فتَـنا كَقِطعِ اللَّ يْلِ المُظلمِ يصْبحُ َّ الرجُلُ  مُؤْمِنا وَيُمسِي كَافرا أوْ يُمسِي مُؤْمِنا وَيصِْبحُ كَافرا يبيعُ  دِيَنهُ بعَرَضٍ مِنْ ُّ الدنْـيا

Bersegeralah melakukan amal‐amal saleh (kebajikan). (Sebab) sebuah fitnah akan datang bagai sepotong malam yang gelap. Seseorang yang paginya mukmin, sorenya menjadi kafir. Dan seseorang yang sorenya bisa jadi kafir, paginya menjadi mukmin. Ia menjual agamanya dengan harga dunia.” (H.R. Muslim)

وَسَارعوا إلَى مَغْفِرةٍ مِنْ ربِّ كُمْ وجَنَّ ةٍ عَرضُهَا َّ السمَوَاتُ وَالْأرْضُ أعِ َّ دتْ للْمُتَّ قِينَ 

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang‐orang yang bertakwa.” (Ali Imran:133)

Mengapa kita mesti menyegerakan amal?

  1. Karena asset waktu yang kita miliki hanyalah saat ini. Apa yang terjadi nanti dan esok hari kita tidak tahu. Kemarin bukan lagi milik kita, ia telah berlalu dan tidak akan kembali lagi. Kebaikan dan keburukan yang kita kerjakan kemarin tidak bisa kita ulang lagi. Ia menjadi kenangan saat ini. Jika kebaikan, bersyukurlah kita, dan jika keburukan menyesallah bersama orang‐orang yang menyesal. Masih beruntung jika kita bersyukur hari ini, bukan saat di mana penyesalan tidak ada artinya lagi. Esok hari juga belum menjadi milik kita, ia ada di alam gaib yang hanya Allah swt. yang tahu. Kita tidak tahu apakah esok hari masih bisa menghirup udara pagi?
  2. Karena amal kita tidak mungkin dikerjakan orang lain. Masing‐masing orang akan datang kepada Allah dengan amal perbuatan yang dikerjakannya sendiri di dunia. Keshalihan orang tua tidak bisa diandalkan anaknya. Seorang suami tidak akan selamat dari murka Allah karena amal perbuatan istrinya. Kita boleh bangga terhadap pemimpin, orang tua, anak, guru, dan suami atau istri kita karena keshalihan mereka. Kebanggaan kita tidak bisa berbicara banyak di hadapan pengadilan Allah swt.
  3. Karena kemuliaan derajat seseorang di sisi Allah swt. disebabkan oleh kesungguhannya dalam merespon seruan kebajikan dan mengamalkannya. Orang tua akan senang jika menyuruh anaknya mengerjakan sesuatu lalu dikerjakan segera. Sebaliknya ia akan marah jika si anak menunda‐nunda mengerjakannya. Demikian pula Allah Ta’ala. Seruan kebajikan dikumandangkan untuk segera diamalkan.
  4. Karena setiap waktu ada momentnya sendiri. Setiap waktu ada tuntutan amalnya. Banyak sekali amal perbuatan yang sangat terkait dengan waktu. Yang ketika waktunya berakhir, berakhir pula kesempatan untuk mengerjakannya. Seperti shalat, puasa, haji, berkurban, dan lain sebagainya.

Kesempatan beramal juga diberikan kepada seseorang pada waktu‐waktu tertentu. Orang kaya diberi kesempatan beramal dengan kekayaannya. Orang berilmu diberi kesempatan beramal dengan ilmunya. Seorang pimpinan diberi kesempatan beramal dengan kekuasannya. Jangan sampai Allah swt. mencabut kesempatan itu dan tidak bisa lagi berbuat. Kesehatan, waktu luang, hidup, masa muda, dan kekayaan adalah kesempatan untuk beramal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

You May Also Like

Menjaga Lisan di Bulan Ramadhan

PDMGK akan rutin merilis KULTUM RAMADHAN selama Sebulan ini. Di Ramadhan 1442H yang…

Dua Waktu Yang Banyak Dilalaikan Di Bulan Ramadhan

Kultum Ramadhan Hari Ketiga 1442H, PDMGK akan rutin merilis KULTUM RAMADHAN selama Sebulan…

Puasa dan Kepedulian Sosial

Puasa dan Kepedulian Sosial; Kultum Ramadhan Hari Empat 1442H oleh Ustadz H.…

Empat Indikator Taqwa

Inilah Empat Indikator Taqwa, silahkan di simak Kultum Ramadhan dari Ustadz Untung…